PANGKEP,HaloPangkep.com – Anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H. Syahruddin P, S.H., MBA, menggelar reses masa sidang pertama tahun 2026 di Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan reses yang dihadiri Lurah Bonto Kio, tokoh masyarakat, serta warga setempat dan sekitarnya itu menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
H. Syahruddin P yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Pangkep dari Partai NasDem tersebut merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kecamatan Pangkajene, Minasatene, dan Balocci.
Dalam sambutannya, H. Syahruddin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk kembali duduk di lembaga legislatif selama dua periode.
Ia mengajak warga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, serta usulan pembangunan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung menemui konstituen, menyerap aspirasi masyarakat, dan memperjuangkannya sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
“Saya ingin melihat masyarakat, khususnya yang bermukim di Kelurahan Bonto Kio, bisa semakin maju dan sejahtera. Karena itu, silakan sampaikan aspirasi dan keluhan yang perlu kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, Abd. Azis menyampaikan pentingnya perbaikan saluran irigasi di wilayahnya. Ia berharap kondisi saluran dapat dibenahi agar aliran air lebih lancar dan risiko banjir, terutama di area persawahan serta permukiman warga, dapat diminimalkan.
Sementara itu, Kaharuddin meminta perhatian terhadap bentangan kabel di Kampung Tamalalang. Ia mengungkapkan adanya kabel telanjang serta banyaknya ranting pohon di sekitar jalur kabel yang dinilai perlu ditangani demi keselamatan masyarakat.
Aspirasi lainnya disampaikan Nurmiati, yang memiliki kelompok usaha kerajinan saraung berbahan daun lontar. Ia berharap kelompoknya mendapat bantuan dan pembinaan untuk mengembangkan usaha tersebut, mengingat selama ini kelompoknya belum pernah menerima bantuan.
Menanggapi aspirasi warga, H. Syahruddin menjelaskan bahwa persoalan saluran irigasi dan drainase perlu dikoordinasikan dengan instansi pemerintah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan terlebih dahulu melihat kondisi di lapangan.
Menurutnya, persoalan genangan air di wilayah dataran rendah membutuhkan penanganan yang sesuai dengan kondisi saluran pembuangan. Bahkan, di sejumlah titik di Kota Pangkajene, penanganan genangan memerlukan penggunaan pompa air.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya memeriksa kondisi saluran secara menyeluruh agar langkah penanganan yang dilakukan dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir. Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Terkait keluhan kabel di Kampung Tamalalang, persoalan tersebut juga perlu mendapat perhatian dan koordinasi dengan pihak berwenang agar aspek keselamatan warga dapat terjaga.
Adapun kepada kelompok pengrajin saraung, H. Syahruddin meminta agar proposal permohonan bantuan yang pernah disusun dapat diserahkan kembali untuk selanjutnya difasilitasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga mendorong generasi muda agar terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan, termasuk dalam bidang kerajinan tangan maupun usaha kuliner seperti pembuatan kue. Menurutnya, pengembangan usaha kreatif dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Di akhir kegiatan, H. Syahruddin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, meningkatkan semangat berusaha, serta senantiasa rajin berdoa sesuai ajaran agama Islam.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat Kelurahan Bonto Kio dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.(*).






