PWI Sulsel Gelar Pelatihan Jurnalistik / OKK

PARE- PARE, HaloPangkeo.com – Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Susel menggelar Pelatihan Jurnalistik/ Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian ( OKK) di Media Cafe Parepos, Sabtu (12/7).

Pelatihan diikuti puluhan Awak media dari berbagai daerah di Sulsel. Pada kegiatan ini menghadirkan pemateri PWI Provinsi, Akbar Hamdan ( Direktur Pare Pos) dan Ir. H.Abdul Manaf Rahman Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi

Akbar Hamdan dalam paparannya mejelaskan tata cara dalam pembuatan berita yang akurat dan cepat dengan menggunakan teknologi Chatbot AI ( Chat GPT, Gemini,Claude, DeepSeek dll)

Dijelaskan, Dengan menggunakan Chatbot AI membuat berita bisa dengan hitungan detik serta efisiensi tinggi. Aplikasi ini berbasis kecerdasan buatan untuk menghasilkan teks otomatis serta digunakan untuk membuat berita, ringkasan, analisis data.Menghasilkan artikel dalam hitungan detik. Aplikasi ini juga sudah digunakan oleh media – media besar, dalam menyajikan artikel, pengetahuan umum,kesehatan , gaya hidup,” Jelasnya.

Baca Juga  Hamsar: Traffic Light Persimpangan Alun-Alun Pangkep Lebih Caggih

Ditambahkan , Walau Aplikasi ini ada kelebihan namun memiliki kelemahan dalam hal kebenaran fakta, ‘beralunasi’, Diskriminasi tersembunyi ( SARA) hingga data hoax.
Peran Jurnalis diambil alih mesin.Sulit membedakan mana yang ditulis AI dan mana Wartawan,” Katanya.

Dengan menggunakan aplikasi ini, ada Resiko yang bisa timbul seperti Disinformasi, Penurunan kualitas Jurnalistik, Kehilangan kredibilitas media dan Ketimpangan akses informasi.Teknologi AI hanya sebagai alat bantu bukan mengambil alih tugas Jurnalis,Wartawan dalam membuat berita harus didukung oleh data, Fakta dan analisis,” Ujar Akbar.

Sementara H.Manaf menegaskan Digelarnya pelatihan ini karena banyak anggota muda PWI di sejumlah daerah tidak bisa masuk di struktur PWI karena tidak pernah mengikuti Pelatihan dan OKK,” Katanya.

Baca Juga  Polsek Balocci laksanakan Pengamanan Pencairan dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 Tahun 2023

” Menjadi wartawan harus memiliki keberanian serta memahami aturan kewartanan yang diatur dalam Undang Undang Pers. Beliau juga menekankan pentingnya kode etik jurnalistik serta peran strategis PWI dalam mendukung profesionalisme wartawan.

“PWI selalu hadir untuk membina dan mengayomi wartawan dalam menjalankan profesi sesuai dengan etika. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap lahir generasi jurnalis yang kompeten dan bermartabat,” ujar H. Manaf.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *