Puluhan Tahun Vakum, Budaya Mappadendang Menggema Di Desa Barabatu

HALOPANGKEP.COM – Pesta Rakyat dalam rangka melestarikan kebudayaan Mappadendang serta menumbuhkan kembali nilai- nilai luhur seni dan budaya dengan sikap Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge di gelar di Lapangan Sepak bola desa Barabatu kecamatan Labakkang Ahad malam ( 4/6/2023).

Pesta Rakyat yang berlangsung sangat  meriah, dihadiri bupati Pangkep yang diwakili Staf Ahli Akbar, ST, M.M, Pimpinan OPD, Tokoh masyarakat Pangkep H.Syamsul A.Hamid, Tokoh Pemuda Mantiri Mashud Hadade, H Sofyan Syam Pihak Semen Tonasa, Camat, Lurah, kepala desa, Ormas,  serta ribuan warga yang bermukim di desa Barabatu dan sekitarnya.

Kepala desa Barabatu Haris, S.I.Kom menjelaskan” Yang menjadi motivasi sehingga digelarnya kegiatan ini adalah niat awal sebelum menjadi kepala desa, dan jika terpilih dan mendapat amanah maka akan mengembalikan budaya yang namanya” Mappadendang,” Jelasnya.

Baca Juga  Peningkatan Jalan  dan Perintisan Jalan Tani Dominasi Usulan Musrenbang Kelurahan Bonto Kio Tahun Anggaran 2026

” Alhamdulillah malam ini acara Mappadendang terlaksana dengan sangat meriah, terima kasih untuk semua warga dari beberapa elemen yang membantu kami khususnya pemerintah daerah yang berikan support sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik, mohon doa’nya semoga kegiatan Mappadendang ini setiap tahun kami laksanakan, mari kita saling berikan support serta doa’nya sehingga adat Mappadendang ini rutin dilaksanakan,” Jelasnya.

Dalam sambutan tertulisnya bupati Pangkep MYL menerangkan, selaku pemerintah berterimakasih dan  memberikan apresiasi kepada masyarakat khususnya kepala desa Barabatu  dalam pelaksanaan pesta rakyat ini yang pernah vakum selama tiga puluh tahun, mudah- mudahan kegiatan ini bisa berlangsung terus menerus, kegiatan ini juga merupakan program dari pemerintah,” Jelasnya.

Baca Juga  Personil Polsek Ma'rang Rutin Pengamanan Di Puskesmas Serta Sampaikan Edukasi Pentingnya Vaksin

Dalam Pesta Rakyat ini selain disajikan tari-tarian tradisional, Mappadendang dengan ciri khas “mannampu wette” juga yang tidak kalah  menariknya ditampilkannya jurus- jurus pamungkas dari sejumlah  pesilat khandal dari berbagai perguruan.( Amn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *