PT Semen Tonasa Laksanakan program Renja Terkait Pengelolaan Pekarangan dan Sampah Rumah Tangga

PANGKEP,HaloPangkep.com – Program Renja PT Semen Tonasa kembali dilaksanakan melalui program Pengelolaan Pekarangan dan Sampah Rumah Tangga di Desa Bulu Tellue, Kec. Tondong Tallasa, Kab. Pangkep. Program ini diserahkan secara langsung oleh perwakilan manajemen PT Semen Tonasa kepada Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) Desa Bulu Tellue pada hari Jumat (13/08/2024).

Pada kesempatan itu Manager TJSL & Community Development Officer Semen Tonasa, Abbas, menyampaikan bahwa pengelolaan pekarangan dan sampah rumah tangga merupakan salah satu dari 7 program Renja 2024 yang akan direalisasikan di Desa Bulu Tellue. “Harapannya melalui program ini nantinya akan tercipta lingkungan bersih dan nyaman disekitar pemukiman warga serta pekarangan setiap rumah dapat dimanfaatkan dengan baik agar makin sehat,” jelasnya

Baca Juga  Babak Final Bupati Cup 2022, Farzan FC  Ditantang Perseman 820 FC

Selanjutnya, Abbas juga mengungkapkan bahwa seluruh program TJSL tahun 2024 ini dilakukan dengan penyesuaian sistem yang terbaru, termasuk adanya kerja sama dengan KPK untuk pengawasan program agar tepat waktu dan sesuai sasaran.

Dalam sambutan serah terima, Sekretaris Desa Bulu Tellue , Riskawati, menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Tonasa yang telah membantu pembangunan desa-desa melalui program-program kepeduliaan sosial. “Harapannya semoga warga bisa berpartisipasi aktif dalam program Pengelolaan Pekarangan dan Sampah Rumah Tangga agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tambahnya.

Setelah kegiatan serah terima, dilanjutkan dengan pelaksanaan workshop yang dibawakan oleh Suherman Mulcheri, S.Si., M.Si. Workshop ini memberikan pengembangan dan pelatihan kepada warga dalam memanfaatkan dan memaksimalkan pekarangan rumah yang lebih produktif.

Baca Juga  Desa Tompobulu Masuk 75 Desa Terbaik Indonesia, Bupati MYL Terima Penghargaan Menparekraf

Tentunya, melalui kegiatan pengelolaan pekarangan dan sampah rumah tangga ini tidak hanya menyasar aspek kebersihan rumah warga, tetapi dapat memberikan pemahaman mendalam kepada warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur agar dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *