PANGKEP,HaloPangkep.com – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendesak pihak perkeretaapian untuk segera mempercepat pembangunan overpass di Jalan Tonasa II, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro. Desakan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang kerja Bupati Pangkep, Jumat (12/9/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pangkep, H. Rahman Assagaf, serta dihadiri Direktur PT Semen Tonasa, Asisten II Pemkab Pangkep Kusmawati, Kadis Perhubungan Baharuddin, Plt Camat Bungoro H. Haris, Lurah Sapanang Amiruddin Halim, perwakilan BPN, pihak Balai Perkeretaapian Sulsel, Polres Pangkep, Dinas Pekerjaan Umum, dan sejumlah stakeholder lainnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Rahman Assagaf mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jalur kereta api yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan banyak persoalan yang harus segera diselesaikan.
“Warga Pangkep sudah menikmati hadirnya jalur kereta api, tapi juga muncul beberapa problem. Karena itu, kami minta pihak perkeretaapian memperhatikan pembebasan lahan warga dan mempercepat pembangunan overpass, baik di Kecamatan Bungoro maupun Mandalle.
Termasuk juga perlunya pembangunan Pasar Matojeng di Minasatene, area road race di Batiling, overpass Mandalle, hingga serah terima SD Soreang dan selasar di RS Pratama Batiling,” jelas Rahman.
Senada, Kadis Perhubungan Pangkep, Baharuddin, menegaskan bahwa persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak boleh berlarut-larut. “Harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah baru di lapangan,” tegasnya.
Lurah Sapanang, Amiruddin Halim, juga mendesak agar lahan warga yang terkena jalur kereta segera dibayarkan agar tidak timbul hal- hal yang tidak diharapkan. Sementara itu, Asisten II Pemkab Pangkep, Kusmawati, menjelaskan bahwa hambatan utama pembangunan overpass Bungoro adalah soal Penetapan Lokasi (Penlok). “Penlok merupakan produk hukum berupa SK atau SP2LP yang dikeluarkan gubernur. Harus ada Penlok baru agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Dari pihak PT Semen Tonasa, Direktur Anis menyatakan kesiapan perusahaan menyerahkan lahannya untuk kepentingan pembangunan. Ia juga berharap pembebasan lahan warga dapat segera dituntaskan.
Perwakilan Balai Perkeretaapian, Dedi Warseto, menegaskan pihaknya membutuhkan dukungan penuh dari Pemkab Pangkep. “Kami harapkan overpass Tonasa ini segera terbangun demi kemaslahatan masyarakat. Penlok yang sempat terbit tapi kemudian dicabut oleh Pj Gubernur sebaiknya segera diterbitkan kembali. Sementara untuk persoalan lain seperti area road race sudah siap, tinggal menunggu kesepakatan bersama tiga pihak—Balai, Pemda, dan pemilik lahan. Kami siap fasilitasi, termasuk untuk Pasar Matojeng yang mekanismenya harus melalui kementerian dengan perencanaan dan penganggaran terlebih dahulu,” jelasnya.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, Pemkab Pangkep berharap seluruh persoalan yang berkaitan dengan pembangunan overpass dan fasilitas pendukung lainnya bisa segera dituntaskan, sehingga manfaat pembangunan jalur kereta api benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas,” Pungkasnya.












