Masalah Sampah Dominasi Aspirasi Warga Saat Reses Anggota DPRD Pangkep H.Syahruddin di Tumampua

PANGKEP,HaliPangkep.com – H. Syahruddin F,SH.MBA Ketua komisi III DPRD Kabupaten Pangkep dari Partai Nasdem  melaksanakan reses masa sidang ketiga di kelurahan Tumampua kecamatan Pangkajene, Kamis (19/6/2025).

Reses / Temu Konstituen Masa Sidang ketiga  Tahun 2025 ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan wewenang DPRD.

Dalam reses tersebut,H.Syahruddin didampingi Lurah Tumampua Taufik bertemu dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, Ibu Rumah tangga, pedagang, dan petani. Beliau mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat terkait berbagai isu, seperti masalah sampah, Lorong sempit ,  pendidikan, Sertifikat elektronik dan kesehatan.

H.Syahruddin menyampaikan bahwa reses ini sangat penting untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Kami akan terus berupaya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Pangkep dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” Katanya.

Baca Juga  FGD Wujudkan Peran Aktif LPM Dalam Perencanaan Pembangunan

Dalam keluhan warga, muncul sejumlah permasalahan yang butuh perhatian seperti masalah lorong sempit di Bonto Mangape sekitar mesjid Nurul Hikmah yang perlu diperlebar, aspirasi ini dilontarkan H.Arsyad.

Sementara Hj.Munawarah juga melontarkan keluh kesahnya terkait masalah sampah dan beasiswa. Sampah menumpuk dan lama tidak diangkut butuh  bak sampah yang memadai agar tidak berserakan,” Katanya.

Selain itu, yang mencuat kepermukaan adalah masalah kotoran ( tinja) bagi warga yang bermukim di bantaran sungai yang perlu ada penampungan agar air sungai bersih.

H.Syahruddin dalam tanggapannya terkait lorong kecil alias sempit, pihaknya sudah meninjau titik lokasinya, jika tidak bisa dikerjakan melalui anggaran kelurahan maka akan memperjuangkan melalui pokok- pokok pikiran ( Pokir) DPRD,” Ujarnya.

Baca Juga  Bukan hanya modal, Mahasiswa STEI SEBI temukan faktor lain kenapa bisnis UMKM sulit berkembang

Mengenai sampah, katanya butuh kesadaran dari masyarakat karena masing- masing punya tanggung jawab, masalah sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita semua seperti jangan membuang sampah di sembarang tempat dan sebaiknya sampahnya dipilah karena ada yang menghasilkan seperti dari plastik. Pemerintah juga  sudah berusaha menangani masalah ini dengan bekerjasama dengan pihak Tonasa dalam hal pengolahan sampah,” Jelasnya.

Sedangkan untuk beasiswa menurut Legislator senior ini, tidak sembarang diberikan oleh pemerintah karena harus dilihat dari dua jalur yakni prestasi dan keluarga tidak mampu dan itupun bisa diberikan setelah melalui dua semester,” Pungkasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *