Leaders Cafe Semen Tonasa Dorong Inovasi Bernilai Bisnis

PANGKEP,HaloPangkep.com– PT Semen Tonasa terus memperkuat budaya inovasi yang berorientasi pada penciptaan nilai bisnis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Leaders Cafe bertajuk “From Ideas to Impact: Turning Innovation into Business Value” yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Andriano Hosny Panangian, dan Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, serta diikuti jajaran direksi, manajemen, direksi perusahaan afiliasi, dan jajaran Band 1, 2, dan 3 PT Semen Tonasa.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menegaskan bahwa tidak semua ide dapat berkembang menjadi inovasi, dan tidak semua inovasi menghasilkan nilai bisnis. Inovasi yang memberikan business value harus selaras dengan strategi perusahaan, memiliki pertimbangan biaya dan manfaat yang rasional, serta mampu menyelesaikan permasalahan nyata perusahaan.

Baca Juga  Dishub Pangkep Sukses Kawal Arus Lalu Lintas Penutupan MTQ KORPRI Nasional VIII

Ia juga mendorong perubahan paradigma budaya inovasi, dari yang selama ini cenderung berorientasi pada kuantitas menuju kualitas dan dampak yang terukur. Menurutnya, inovasi harus diarahkan untuk menjawab tantangan bisnis, bukan sekadar memenuhi target administratif tahunan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.

Ia menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi industri semen, mulai dari volatilitas energi, kompleksitas logistik, tuntutan dekarbonisasi, hingga kondisi oversupply pasar. Karena itu, efisiensi operasional perlu diimbangi dengan transformasi inovasi yang lebih berorientasi pada pasar (market-centric).

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Bupat Pangkep Resmikan Pansimas

Menurutnya, SIG memiliki dua keunggulan kompetitif utama, yakni jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia serta struktur keuangan yang kuat. Kedua modal tersebut menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis pasar dan menciptakan nilai bisnis yang lebih besar.

Pada sesi berikutnya, Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menegaskan bahwa inovasi selalu berawal dari manusia (innovation starts with people). Ia memperkenalkan siklus inovasi melalui tiga tahapan, yakni challenge, create, dan compound, yang menekankan pentingnya keberanian menantang kebiasaan, menciptakan gagasan, serta mereplikasi inovasi agar memberikan dampak lebih luas bagi perusahaan.

Hadi juga memaparkan capaian inovasi SIG sepanjang 2026. Dari 1.191 ide yang masuk, sebanyak 52 persen berhasil diimplementasikan menjadi inovasi dengan nilai bisnis mencapai Rp308 miliar, melalui peningkatan pendapatan maupun penghindaran biaya (cost avoidance).

Baca Juga  Kadis Ketahanan Pangkep Dampingi  Bupati Pangkep  Penyerahan Bantuan Beras, Penanaman Bibit Kebun Desa Biringere

Hadi menekankan pentingnya membangun karakter curiosity, courage, dan taking ownership pada setiap karyawan. Di sisi lain, pemimpin harus berperan sebagai enabler atau fasilitator yang memberikan ruang bagi lahirnya ide, mendorong kolaborasi lintas departemen, serta memastikan inovasi menghasilkan dampak bisnis yang nyata.

Semangat “From Ideas to Impact” menjadi pengingat bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya ide yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan mewujudkannya menjadi dampak nyata dan nilai bisnis yang berkelanjutan.(“).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *