PANGKEP,HaloPangkep.com — Pengawas sekolah wilayah Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Dahlan, S.Pd., M.Pd., melakukan kegiatan pembinaan dan observasi kinerja di SD Negeri 60 Bung, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kamis (04/6/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SDN 60 Bung, Munawir, S.Pd., M.Pd., bersama guru dan staf sekolah. Dalam kesempatan itu, Dahlan menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter peserta didik, khususnya melalui pembiasaan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dahlan menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan dan kepintaran, tetapi juga harus menyentuh aspek akhlak, adab, dan karakter siswa.
“Yang paling utama, kita ini sebagai guru dan pendidik harus memberikan bukan saja kecerdasan dan kepintaran, tetapi juga akhlak, karakter, dan adab. Kalau disertai hati yang ikhlas, insyaallah akan bernilai ibadah,” ujar Dahlan.
Ia juga menekankan pentingnya membiasakan tiga kata sederhana kepada peserta didik, yakni “maaf”, “izin”, dan “terima kasih”. Menurutnya, tiga kata tersebut mengandung nilai karakter yang besar jika terus ditanamkan sejak dini.
“Biasakan setiap saat tiga kata: maaf, izin, dan terima kasih. Di dalamnya ada nilai menghargai, memuliakan yang lebih tua, menghargai teman sebaya, dan menyayangi yang lebih muda,” jelasnya.
Dahlan juga mengingatkan para guru agar menjalankan tugas dengan kesadaran dari hati. Ia menilai perubahan dalam dunia pendidikan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari kesadaran diri masing-masing pendidik.
“Biar malaikat yang turun menyuruh kita rajin ke sekolah atau menunaikan tugas semaksimal mungkin, kalau bukan dari hati sendiri, yakinlah tidak akan ada perubahan. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ungkapnya.
Selain itu, ia turut menyinggung pentingnya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan yang awalnya dianggap bercanda bisa berdampak serius apabila tidak segera dicegah.
“Mudah-mudahan masalah bullying ini bisa menjadi perhatian. Jangan sampai awalnya hanya main-main, tetapi akhirnya menjadi persoalan besar,” katanya.
SDN 60 Bung sendiri merupakan salah satu sekolah yang berada di daerah terpencil di Kabupaten Pangkep. Sekolah ini terletak di kawasan puncak gunung, tepatnya di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Pangkep.
Untuk mencapai sekolah tersebut, dibutuhkan perjuangan karena akses jalan yang belum memadai. Kondisi geografis itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru, siswa, maupun tenaga pendidikan dalam menjalankan aktivitas pembelajaran.
Meski demikian, Dahlan berharap para guru tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa kehadiran guru sangat menentukan masa depan peserta didik, terutama di sekolah yang berada di wilayah terpencil.
“Kalau mengajar, upayakan semaksimal mungkin dengan hati yang ikhlas. Karena yang rugi bukan hanya kita, tetapi anak-anak kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, profesi guru merupakan pekerjaan mulia karena ilmu yang diberikan kepada siswa dapat terus mengalir manfaatnya. Bahkan, menurutnya, satu huruf ilmu yang diajarkan dapat menjadi amal jariyah jika diteruskan oleh peserta didik kepada generasi berikutnya.
“Satu huruf saja yang kita berikan kepada anak, lalu anak itu mengajarkan kepada anak cucunya, pahalanya masih sampai kepada kita. Itulah mulianya profesi guru,” pungkas Dahlan.(*).






