Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Pangkep 2025–2029

HaloPangkep.com, PANGKEP – Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Pangkep Tahun 2025–2029, Senin (25/8/2025), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pangkep, Rahman Assagaf, dan dihadiri Kepala BPBD Pangkep, Muslimin Yusuf, unsur perangkat daerah, para kepala desa, serta pemateri dari Makassar, Ilham.

Dalam paparan, disampaikan bahwa indeks risiko bencana Kabupaten Pangkep berada pada peringkat 3, dengan ancaman utama dipengaruhi faktor kondisi alam, tingkat kerentanan, dan kapasitas daerah dalam penanggulangan. Adapun isu strategis yang menjadi fokus utama adalah potensi bencana banjir dan abrasi.

Baca Juga  Momen Hari Idul Adha Bupati Pangkep Ajak Warga Berbagi Kepada Sesama

Diskusi berlangsung dinamis antara pemateri dengan peserta, termasuk perwakilan dari Bappeda, Alfian Pangkep, yang menekankan pentingnya keselarasan dokumen RPB dengan RPJMD. Sementara itu, dari unsur Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengemuka persoalan teknis terkait bendungan Tabo- Tabo di mana pintu air tidak dibuka saat banjir. Disebutkan pula bahwa banjir kerap dipicu kiriman air dari wilayah hulu, ditambah kondisi pasang air laut.

Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan dokumen RPB Kabupaten Pangkep Tahun 2025–2029 dapat tersusun dengan baik, komprehensif, serta menjadi acuan dalam upaya mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana di wilayah Pangkep.

Dalam diskusi salah seorang warga dari kecamatan Balocci Mn mengapresiasi digelarnya acara ini dan berharap bukan sekedar acara seremonial tapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat terutama dalam penanganan banjir yang setiap tahun melanda wilayah Pangkep baik di perkotaan maupun di pedesaan khususnya petani yang tanaman padinya terkena dampak banjir dan mengalami kerugian.

Baca Juga  Cegah Banjir, Kodim 1421/Pangkep Laksanakan Bersih Lingkungan

Perlu perhatian dan penanganan masalah banjir terutama pengerukan sungai saluran irigasi yang buntu dan kiriman air dari hulu perlu diperketat dalam hal analisa dampak lingkungan terhadap pengelola tambang.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *