Komisi II DPRD Pangkep Angkat Bicara  Soal Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

HALOPANGKEP.COM – Ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani sangat penting untuk memenuhi kebutuhan area lahan pertanian yang digarap.

Mengenai ketersediaan pupuk bersubsidi  akhir- akhir ini mencuat kepermukaan sehubungan jumlah
jatah yang diperoleh  bagi petani berkurang dibanding jatah  yang didapat pada musim tanam sebelumnya khususnya di kabupaten Pangkep, hal ini jelas menimbulkan pertanyaan dikalangan petani terkait apa yang menjadi sebab musababnya.

Budiamin,SE selaku anggota Komisi II DPRD Pangkep yang membidangi masalah pertanian angkat bicara soal pupuk bersubsidi ini.

Menurutnya Pemerintah harus menertibkan masalah pupuk dan ada beberapa solusi yang sudah dilakukan salah satunya membentuk tim investigasi terkait penyalahgunaan pupuk dan tidak terlalu menghasilkan harapan masyarakat, makanya pemerintah mencatat  semua lahan- lahan petani yang belum masuk disitu karena dikawatirkan salah satu kesalahan kuota pupuk ini adalah area pertanian yang tidak tercatat dan kalau kita bertanya di Dinas Pertanian  selalu mengatakan lengkap, pertanyaannya kenapa kuota pupuk ini tidak pernah cukup,” Kata Budiamin,  Rabu 17 Januari 2024 fi Pangkajene.

Baca Juga  Sambut Idul Adha, PT Semen Tonasa Salurkan Hewan Kurban 11 Desa/ Kelurahan

Lanjut dijelaskan bahwa Salah satu penyebabnya kemarin adalah ada beberapa pengecer yang menyalahgunakan kebijakan pemerintah terkait masalah penyaluran pupuk, intinya bagaimana mendeteksi area pertanian yang ada, berapa jumlah kelompok tani itu saja dan kita tidak perlu berdebat,” Jelasnya.

” Tugasnya pemerintah apakah itu tim atau Dinas Pertanian  mendatangi semua titik- titik penyalur seperti apa kemudian kondisikan, jangan pertemuannya langsung sekaligus supaya diketahui letak kesalahannya. Sebaiknya dalam satu kelurahan dibentuk tim investigasi dilibatkan tokoh- tokoh masyarakat yang dianggap bisa membawa suara masyarakat dimasukkan dalam tim maka terkordinir pelaporannya. Terkait rumus penggunaan pupuk khususnya urea itu perlu dikembalikan ke petani apa bermamfaat bagi petani atau tidak,” Pungkasnya. ( Amn).

Baca Juga  Pemkab Pangkep Resmikan Layanan Perpustakaan Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *