Kegiatan Mangrove Camp: Kolaborasi Pelestarian Lingkungan di Desa Bonto Manai

PANGKEP, HaloPangkep.com — Yayasan Hutan Biru (Blue Forest) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bonto Manai, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, menggelar kegiatan bertajuk Mangrove Camp selama dua hari, Sabtu-Minggu, 25–26 Juli 2025 di Tana Rajae.

Kegiatan ini mengusung Tema ” Bersama Mangrove Membangun Pesisir Tangguh” diharapkan dengan tema ini  akan mengangkat semangat pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui aksi nyata konservasi mangrove.

Mangrove Camp ini dihadiri oleh komunitas lingkungan” Lappung” yang berbasis di Desa Bonto Manai bersama dengan 10 komunitas lain dari berbagai wilayah di Makassar. Sementara dari Pangkep, hadir pula sebanyak 15 komunitas lokal yang aktif dalam bidang lingkungan dan pengabdian masyarakat.

Baca Juga  Polres Pangkep Dukung Desa Sadar Kerukunan, Perkuat Jejaring Early Warning System

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan aksi langsung di lapangan, termasuk penanaman mangrove, diskusi kelompok tentang ekowisata pesisir, serta sesi berbagi pengalaman komunitas dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan jejaring antar komunitas yang peduli terhadap lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir.

Menurut Direktur Yayasan Blue Forest, Rio Ahmad  Diselenggarakan Mangrove Camp untuk pemuda dan
masyarakat pesisir, serta praktik langsung Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR)
sebagai pendekatan restorasi mangrove berbasis ekologi. Kegiatan ini dijalankan
dengan kolaborasi bersama Pemerintah Desa Bontomanai dan komunitas-komunitas
orang muda di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kepala Desa Bonto Manai H.Erwin,SH.,MH menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap agar Desa Bonto Manai bisa menjadi contoh desa pesisir yang aktif dan mandiri dalam mengelola serta melestarikan sumber daya alamnya, khususnya hutan mangrove yang sangat vital bagi ekosistem dan mata pencaharian masyarakat,” Katanya.

Baca Juga  Nelayan Tangkap Ikan Pakai Bahan Kimia Jenis Bius, Polisi Ringkus

Mangrove Camp ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang aksi lingkungan semata, tetapi juga mampu membentuk kesadaran kolektif lintas komunitas dan generasi untuk mencintai serta menjaga alam, khususnya kawasan pesisir yang menjadi benteng terakhir dari abrasi dan kerusakan ekologi.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *