Kapolsek Bungoro Hadiri Nonton Bareng Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

HaloPangkep.com – Dalam rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Kapolsek Bungoro Kompol Abdul Haris Nicolaus, S.Sos., M.H., menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) live streaming pagelaran wayang kulit yang bertempat di Aula Endra Dharma Laksana Polres Pangkep, pada Jumat malam (4/7) pukul 21.00 WITA.

Kegiatan nobar tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Pangkep Kompol Sugeng Suprijanto, S.Pd., M.H., dan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangkep, para Kasat Fungsi, para Kapolsek dan Wakapolsek jajaran Polres Pangkep.

Pagelaran budaya wayang kulit bertajuk “Amarta Binangun” disiarkan secara langsung dari Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta. Acara ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam melestarikan seni budaya bangsa sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.

Baca Juga  Kadis Ketahanan Pangkep Hadiri Peresmian Pasar Takjil Ramadan 1446 H

Wakapolres Pangkep Kompol Sugeng Suprijanto dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang mengusung nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Ini adalah bentuk kepedulian Polri dalam melestarikan seni budaya Indonesia, khususnya wayang kulit, yang sarat akan nilai filosofi dan kebijaksanaan,” ungkap Kompol Sugeng.

Lakon yang diangkat dalam pagelaran ini berjudul “Amarta Binangun”, yang mengandung makna mendalam tentang terciptanya negeri yang subur, tertib, dan damai. Hal ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang hadir untuk rakyat.

“Lakon ini menggambarkan filosofi tentang negeri yang gemah ripah loh jinawi, karta tata raharja – subur makmur, tertib dan damai, serta memiliki ketahanan pangan yang kuat. Ini menjadi cerminan bahwa Polri hadir sebagai penjaga stabilitas dan ketertiban demi kesejahteraan masyarakat,” jelas Wakapolres.

Baca Juga  Kabid Perhubungan Laut Dishub Pangkep Hadiri Pembukaan Posko Terpadu  Nataru di Maccini Baji

Dengan adanya kegiatan ini, Polri berharap seni budaya tradisional seperti wayang kulit tetap lestari dan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang tak ternilai.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *