HALOPANGKEP.COM – Dalam mendorong Tingkat layanan terhadap kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir serta Pencegahan Stunting, USAID, LDC dan Simpul Ma Baca mekaksanakan acara Dessiminasi Best Practices Pokja Kolaboratif Desa Sehat ( PKDS) di Desa Panaikang, Jum’at ( 12/5/2023)
Asisten Pemerintahan dan Kesejahtetraan Rakyat dr. Hj Herlina usai membuka kegiatan ini mengatakan” Mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih atas adanya kolaborasi PKDS yang berusaha bagaimana mensejahterakan masyarakat, bagaimana anak- anak yang kita kawal menjadi generasi kedepan, sekarang digaungkan dimana- mana penanganan stunting, perlu adanya bahasa- bahasa inovasi yabg lebih bagus bahwa kita mencari generasi bukan sekedar sehat tapi yang cerdas, yang berkualitas yang mampu sesuai disetiap zamannya,” Katanya
Kadis Kesehatan Pangkep Herlina menjelaskan” Kehadiran lembaga USAID, LDC dan Simpul Ma Baca memberkan hasil bahwa dengan adanya pendampingan kepada desa maka bisa terarah dan memberikan hasil bahwa dengan program yang dilakukan bisa menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka stunting yang ada di desa.
“Diharapkan kedepan kegiatan ini berhasil di dua desa dan direplikasi ke desa lain khususnya yang berdekatan agar lembaga USAID, LDC dan Simpul MaBaca bisa lebih mudah melakukan pembinaan,” Jelasnya.
Kepala desa Panaikang H.Muh Arief, SE dalam uraiannya megatakan,” Pengaruh PKDS terhadap sistim perencanaan dan pembangunan di desa kami dalam hal proses penguatan terhadap asesmen, analisis sosial, monitoring kolaboratif untuk mendukung kinerja PKDS,” Katanya.
Lanjut dikatakan, Pengaruh PKDS disistim perencanaan di desa Panaikang adalah untuk mengaktifkan peran dan kinerja kader maka pemerintah desa meningkatkan insentif yang dulunya 90 000 menjadi 100.000 per bulan untuk jumlah 22 orang, Bidan desa yang suka rela ada 2 orang diberikan insentif 500.000 per bulan, penerimaan insentifnya sama dengan penerimaan perangkat desa dan kepala desanya secara bertahap.Masalah kebersihan kami menyediakan ting sampah lebih 400 unit, kami langsung angkut sampah ke TPA dengan mobil sampah, hambatannya di Bontoa itu sudah pool maka kami diaeahkan ke Gatta- Gattareng sementara mobil sampah yang punya tantangan untuk mendaki untuk itu perlu solusi bagaimana agar dinas terkait membeeikan pasilitas agar TPA tetap di Bontoa. Debgan adanya pendampibgan dari lembaga ini maka masalah sampah kita terbitkan Perdes sekaligus denfan mekanisme pengolahan sampah, ” Jelasnya.
Kegiatan PKDS di desa Panaikang dihadiri Ibu asisten 1 , OPD terkait, Sekretaris BPMD, Kepala desa, Kapus Minasatebe, CSR Tonasa, Lembaga pendamping dan lain- lain. ( Amn).












