HaloPangkep.com, PANGKEP – Rutan Kelas II B Pangkajene mengadakan Jum’at Pagi Ceria bagi warga binaan yang dilaksanakan setiap hari Jum’at.
Kegiatan ini menunjukkan upaya Rutan Pangkajene untuk menciptakan lingkungan yang positif dan meningkatkan kebersamaan dan kemandirian warga binaan.
Terkait kegiatan dan sejumlah Layanan di dalam Rutan Kelas II B Pangkajene, dijelaskan Kepala Rutan Irphan Dwi Sandjojo, Bahwa Jum’ at pagi ceria untuk warga binaan merupakan kegiatan sehari – hari setiap hari Jum’at. Kegiatan yang dilakukan, ada olah raga bersama antara warga binaan dengan pegawai, setelah olah raga bersama warga binaan mendapatkan makanan bubur kacang ijo bersama dengan pegawai, yang dimakan pegawai sama dengan warga binaan,” Katanya, Jum’at ( 4/6) di Rutan Pangkajene.
Setelah olah raga bersama, warga binaan bisa menikmati sejumlah layanan dengan mengakses dari petugas yakni layanan integrasi, petugas langsung turun ke blok hunian sehingga warga binaan bisa menanyakan proses perkembangan masa pidananya, besar remisi yang di dapat kemudian proses integrasinya sudah memenuhi persyaratan untuk mulai pemberkasan atau belum.
” Untuk Akses layanan warga untuk kemasyarakatan, walaupun nara pidana atau warga binaan berada di dalam tahanan tapi masih berhak untuk berkomunikasi dengan keluarga. Kita bermitra dengan pihak ketiga dikelola oleh koprasi Rutan menggunakan aplikasi, nomor keluarga yang dihubungi sudah terdaftar agar kita mudah melakukan pengontrolan dengan warga binaan,” Jelasnya.
Salah satu produk unggulan dari hasil keterampilan warga binaan adalah pembuatan tudung saji, bosara dan keranjang laundry dari bahan lidi, untuk penjualannya bekerjasama dengan pedagang, dari hasil keuntungan penjualan nara pidana mendapatkan upah,” Katanya.
Ditambahkan, Layanan untuk klinik sudah memenuhi izin dan sudah tersertifikasi.Untuk ketahanan pangan, dengan sisa lahan yang ada ini bisa memasok kebutuhan, pembekalan keterampilan terkait pertanian, keterampilan wira usaha dan diharapkan setelah bebas nanti nara pidana bisa menjadikan sebagai modal bekerja dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. (*).






