Festival Literasi Pangkep 2026, Bedah Buku “Menuliskan yang Lisan” Angkat Sejarah dan Budaya Lokal

PANGKEP,HaloPangkep,com – Festival Literasi Pangkep 2026 menghadirkan kegiatan bedah buku koleksi perpustakaan berjudul Menuliskan yang Lisan: Sehimpun Esai Lokalitas Pangkep, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., Mardiah, S.Pd., dan M. Syawal Salewangan.

Dalam pemaparannya, ketiga narasumber menekankan pentingnya generasi muda memahami, mengenali, dan melestarikan sejarah serta budaya lokal, khususnya yang berkembang di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Melalui kegiatan bedah buku tersebut, peserta diajak memahami bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Para narasumber juga mengulas sejarah Hari Jadi Kabupaten Pangkep, termasuk asal-usul penyebutan nama Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Mereka menjelaskan pentingnya penggunaan kata penghubung “dan” di antara kata Pangkajene dan Kepulauan karena penyebutan tersebut memiliki latar belakang sejarah yang perlu dipahami bersama.
Selain itu, dibahas pula asal-usul penamaan Pangkajene sebagai bagian dari upaya memperkaya pengetahuan masyarakat mengenai sejarah daerahnya sendiri.

Baca Juga  Sigap Bantu Banjir Pare-Pare, Semen Tonasa Turunkan Tim Reaksi Cepat*

Dalam diskusi tersebut, para narasumber mengingatkan bahwa sejarah merupakan milik bersama. Sumber sejarah tidak hanya berasal dari sesuatu yang tertulis dalam dokumen atau arsip, tetapi juga dari tradisi lisan, cerita masyarakat, dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, upaya menuliskan kembali sejarah yang bersumber dari penuturan masyarakat dinilai penting agar pengetahuan lokal tidak hilang ditelan zaman. Tradisi lisan perlu didokumentasikan dan dikaji sehingga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Buku Menuliskan yang Lisan: Sehimpun Esai Lokalitas Pangkep, Sulawesi Selatan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan identitas lokal Pangkep kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Baca Juga  Kelola Sampah Tepat Guna, PT Semen Tonasa Ikuti Seminar dan workshop Waste Management

Melalui Festival Literasi Pangkep 2026, kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan sejarah, serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap warisan budaya daerah.

Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi jalan untuk memahami identitas daerah, merawat ingatan kolektif, dan menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *