Dinas Ketahanan Pangan Pangkep Gelar Sosialisasi Eduksi Pangan dan Gizi kegiatan Genius

HALOPANGKEP.COM – Dinas ketahanan Pangan kabupaten Pangkep mengelar sosialisai Eduksi Pangan dan Gizi kegiatan genius Gerakan edukasi dan pemberian pangan bergizi untuk siswa(Genius) yang berlangsung dihalaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Jl. Poros Bungoro (Sabtu/30/9/2023).

Sosialisasi Edukasi Pangan dan Gizi,  dihadiri sebanyak 500 orang tua siswa dari tiga Sekolah Dasar,(SD), SDN 10 Lembang, SDN 33 Kalemesue dan SDN 32 Bawasalo masing masing di lingkungan Kecamatan Labakkang dan Segeri.

Kegiatan ini disertai dengan pemberian pangan bergizi dengan makan bersama di sekolah yang dilaksanakan pada tiga Sekolah Dasar dengan jumlah siswa yang ikut sebanyak 517 orang , SDN 10 Lembang 227 siswa, SDN 33 Kalemesue 132 dan SDN 32 Bawasalo sebanyak 158 siswa.

Baca Juga  PT Semen Tonasa Gelar Media Gathering

Dihadapan orang tua siswa, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau berharap dengan adanya program Genuis ini dapat mengurangi stunting dan Pangkep tidak ada lagi anak anak yang mengalami stunting.

“Ini salah satu bentuk pemberian gizi untuk anak-anak. Dan dari program ini saya harap tidak ada lagi ada anak-anak kita yang stunting,”katanya.

Bupati Pangkep juga menyampaikan agar anak-anak di Pangkep tidak mengalami putus sekolah.

“Saya juga berpesan kepada seluruh orang tua siswa agar dapat menyesekolahkan anak-anaknya dan tidak putus sekolah,”tambahnya.

Kadis Ketahanan Pangan Pangkep yang juga ketua panitia penyelenggara Andi Sadda, SP melaporkan bahwa tiga sekolah dasar yang mengikuti sosiaisasi terdiri tiga sekolah dasar yang sudah mengikuti verifikasi tingkat provinsi dan saat ini sebabyak 500 orang tua siswa didampingi kepala sekolah masing- masing sedang antusias mengikuti sosialisasi program genius,program ini dilaksanakan karena SD adalah geberasi pelanjut ” Katanya.

Baca Juga  Kolaborasi Hijau PT Semen Tonasa dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan: Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Selanjutnya Kata Andi Saada akan kita tindaklanjuti ke sekolah pemberian kudapan pangan dan gizi yang dihadiri tim dari Unhas dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan kegiatan ini hanya dilaksanakan di lima kabupaten di sulawesi selatan.

” Program ini bersumber dari dana APBN ( Dana dekonsentrasi 99 persen) Pemberian asupan pangan dan gizi dilakukan selama 30 kali, dengan 10 kali menu yang berbeda.

“Mudah-mudahan, nanti siswa tidak lagi makan sembarangan khususnya yang ada unsur kimia, utamanya yang minuman-minuman,”jelasnya.(Amn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *