Diduga Akibat Minuman Oplosan,Dua Warga Kepulauan Pangkep Meninggal Dunia

PANGKEP,HaloPangkep.com – Diduga akibat mengkomsumsi minuman oplosan berbahan spiritus,dua warga Pulau Sapuka kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep meninggal dunia.

Kejadian tersebut dibenarkan Kasi Humas Polres Pangkep AKP Imran,Jum’at 5 Pebruari 2026.

Dijelaskan, Bermula pada Selasa 3 Pebruari 2026 sekitar pukul 12.00 Wita, Lelaki (AD) membeli satu botol spritus ukuran 650 ml, 1 botol air mineral 1,5 ltr, dua sachet kuku bima, satu sachet susu kental manis di sebuah toko tepi pantai di Pulau Sapuka. Barang-barang tersebut kemudian dibawa ke belakang salah satu sekolah dan dioplos lalu diminum bersama rekannya.

Sekitar pukul 20.00 Wita di hari yang sama, dua pria lainnya, W dan S, kembali membeli spritus dan bahan campuran serupa di toko yang sama.
Kemudian minuman oplosan tersebut kemudian dibawa ke dermaga batu Pulau Sapuka dan dikonsumsi bersama sekitar sembilan orang hingga pukul 22.30 Wita,” Jelas AKP Imran.

Baca Juga  Kunjungi SDN 60 Bung, Pengawas Sekolah Ingatkan Guru Soal Pendidikan Karakter

” Pada hari Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, pria berinisial W tiba-tiba terjatuh dan mengalami kondisi lemah di depan rumahnya. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Pulau Sapuka untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, sekitar pukul 12.40 Wita korban lain berinisial S juga dibawa ke puskesmas dengan kondisi serupa.Pada pukul 13.00 Wita, korban W dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Pulau Sapuka. Kemudian disusul korban S yang juga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.00 Wita di tempat yang sama.

Berdasarkan data kepolisian, total terdapat 13 orang yang diduga mengonsumsi minuman oplosan tersebut. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia, sembilan orang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Sapuka, sementara dua lainnya tidak mengalami gejala berat.

Baca Juga  Kelurahan Anrong Appaka Laksanakan Pelatihan Kader Posyandu Anggaran 2022

Aparat Kepolisian telah melakukan sejumlah langkah awal, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, mendata saksi dan korban, serta menelusuri barang bukti. Kepolisian juga berupaya mengamankan pihak-pihak yang terlibat, termasuk penjual spritus, untuk dimintai keterangan.
“Kami akan melakukan interogasi terhadap saksi, korban, serta penjual. Barang bukti juga akan diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” Paparnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *