Desa Tompobulu dan Kelurahan Balleanging Wakili Pangkep Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi

HALOPANGKEP.COM – Desa Tompobulu dan kelurahan Balleanging, kecamatan Balocci menjadi wakil Pangkep mengikuti lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi Sulawesi selatan.

Tim penilai, berkunjung langsung ke desa Tompobulu dan kelurahan Balleanging untuk melakukan penilaian.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau(MYL) didampingi Forkopimda menyambut kedatangan tim penilai.

Mantan ketua DPRD itu juga mengharapkan agar kedapan desa dan kelurahan di Kabupaten Pangkep Bisa memiliki tempat wisata.

Selain itu Bupati Pangkep MYL juga mengharapkan program kedepan di daerah pegunungan mayoritas banyak sayur bisa juga tersedia banyak ikan.

“Program kedepan bagaimana di daerah pegunungan yang mayoritas banyak sayur mayur kita usahakan banyak ikan disana begitupun daerah kepulauan yang mayoritas banyak ikan kami usahakan banyak sayur disana,”katanya.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan Nasional 2025, Polres Pangkep Bersama Instansi Terkait Ikuti Giat Tanam Jagung

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa(DPMD) Prov Sul-Sel yang juga ketua tim penilai, H. Muh Saleh menyampaikan terima kasih dari tim Verifikasi atas sambutan dari pemkab Pangkep atas sambutan yang luar biasa.

Harapannya ajang perlombaan ini jangan hanya sebatas perlombaan saja, kedepan bisa ditingkatkan agar lebih maksimal.

Wakil ketua tim verifikasi A. M Akbar menambahkan, penilaian yang dilakukan meliputi sejumlah aspek.

Sesuai Permendagri 81 katanya, aspek yang dinilai terdiri dari aspek pemerintahan desa meliputi administrasi, kewilayahan, tapal batas dan aset desa.

Kedua, terkait aspek pendidikan. Pendidikan secara menyeluruh, baik kewenangan provinsi, kabupaten dan desa menyesuaikan dengan APBDes.

Ketiga, aspek kesehatan. Penanganan stunting, gizi buruk dan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga  Momen Haru di Balik Jeruji: Rutan Pangkep Fasilitasi Prosesi Akad Nikah Warga Binaan

Keempat, aspek pemberdayaan masyarakat. Pembinaan keamanan dan ketertiban.

“Terpenting, bagaimana menggunakan produk unggulan desa sendiri. Termasuk inovasi yang diciptakan oleh kepala desa. Dari delapan desa yang ikuti tahun ini, itu semua aspek yang kita nilai. Akan kami akumulasi secara penilaian kuantitatif. Tapi secara kualitiatif, akan kita nilai bagaimana pemahaman aparat dalam menjalankan program pembangunan di desa dan kelurahan,”jelasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *