Bukan hanya modal, Mahasiswa STEI SEBI temukan faktor lain kenapa bisnis UMKM sulit berkembang

DEPOK,HaloPangkep.com – Semester akhir bagi mahasiswa yang berkuliah di STEI SEBI Depok tidak hanya disibukkan dengan Tugas Akhir atau Skripsi, mereka juga didorong untuk memiliki skill sesuai dengan program studi yang mereka ambil. Program studi Manajemen Bisnis Syariah dalam hal ini turut andil dalam memberikan support untuk pengembangan kemampuan dan karakteristik entrepreneurship mahasiswa prodinya. Hal in dibuktikan dengan pengalokasian lebih dari 80 mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah ke UMKM-UMKM lokal untuk melakukan observasi terhadap kegiatan usaha dan bisnis yang para UMKM lakukan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan dorongan bagi mahasiswa untuk terus bersinergi dan berkontribusi dalam dunia entrepreneurship di Indonesia. Observasi ini dimulai sejak pertengahan bulan oktober hingga saat ini secara berkala.  Dalam kegiatan observasi ini ternyata setelah melakukan pendalaman terhadap faktor-faktor krusial yang perlu dimiliki dalam meningkatkan nilai keberlanjutan UMKM ditemukan faktor utama yang seringkali menjadi penyebab menurun atau bahkan berhentinya kegiatan dalam UMKM yaitu modal.
Modal sebagai dasar awal pembentukan UMKM seringkali menjadi masalah yang menyulitkan para pelaku UMKM. Ketidaktersediaan modal menyebabkan pelaku UMKM sulit untuk meningkatkan value dari produk mereka menjadi lebih unggul misalnya dari segi bahan baku, packaging dan lain-lain. Namun, ternyata masalah modal ini sudah mendapat perhatian  dari pemerintah, terutama pemerintah kota Depok yang menjadi objek observasi. 

Baca Juga  Dukung Penuh Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Semen Tonasa bersama Forum TJSL Tandatangani Pakta Integritas

Mega Handayany selaku pelaku UMKM Cilok Nutrisi Mega yang bertempat di Beji, Depok mengatakan “pemerintah sebenarnya sudah memberikan peluang-peluang untuk pendanaan bisnis bagi UMKM di kota Depok ini. Saya pun pernah menjadi bagian dari penerima manfaat tersebut”. Hal ini tentu menjadi berita yang menyenangkan dan juga menyegarkan bagi para pelaku UMKM di Depok. Beberapa UMKM sudah merasakan manfaat dan menerima bantuan berupa modal dari berbagai pihak yang salah satunya pemerintah.

Setelah melalui beberapa kali rangkaian observasi dan juga wawancara yang dilakukan terhadap UMKM. Akhirnya terjawablah pertanyaan “Mengapa bisnis UMKM seringkali kesulitan berkembang, bahkan ketika memiliki modal yang cukup?”  Mahasiswa STEI SEBI dalam observasinya berhasil menjelajahi aspek-aspek krusial seperti manajemen, pemasaran, dan adaptasi teknologi yang sering kali menjadi kunci penentu keberhasilan suatu usaha.” Dalam wawancara yang dilakukan bersama Mega Handayany selaku pelaku bisnis UMKM ia mengungkapkan bahwa Laporan keuangan menjadi factor mengapa bisnisnya belum benar-benar bsa stabil. Belum rapinya pencatatan keuangan masuk dan keluar menghasilkan hasil akhir keuangan yang rancu yang terkadang mengakibatkan kerugian. UMKM belum mampu membuat laporan keuangan sendiri agar setiap modal baik dalam bentuk barang maupun jasa yang dikeluarkan oleh UMKM selaku produsen dapat terhitung yang nantinya menjadi acuan penentuan harga dari HPP yang ada. Ini tentu merupakan sebuah masalah yang perlu ditindak lanjuti dan dicari solusinya.

Baca Juga  Buka Latpra Ops Pekat Lipu 2023, Kapolres Tekanka Ini

Abdi Triyanto, SEI, ME.Sy, selaku ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STEI SEBI dalam yang juga aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama UMKM merasakan juga keresahan yang dirasakan para pelaku UMKM. Maka dari itulah, ia merancang dan menerjunkan mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah STEI SEBI untuk menjadi solusi dan membantu para UMKM dalam mengembangkan bisnisnya, terutama dalam aspek regulasi, dan teknologi serta sosial media.

Misalnya yang dilakukan oleh Aisyah Sumayyah, Rara Ramadani Rahayu, dan Safira selaku observator dengan masalah yang ada yakni laporan keuangan yang belum rapi. Maka, mereka berkontribusi dengan membuatkan template laporan keuangan dalam bentuk excel bagi UMKM yang diobservasi, in tentu dibarengi dengan pemberian pemahaman terkait cara penggunaan dan apa saja jenis-jenis akun yang ada dalam laporan keuangan tersebut.

Baca Juga  Bupati Pangkep Bagikan Bantuan Ke Pulau

Antusiasme pelaku UMKM dalam menerima dan merespon kegiatan observasi ini menjadi hal yang sangat menarik dan akan menjadi alasan agar kegiatan ini terus dikembangkan agar semakin baik dan sesuai untuk mencapai tujuan utama diadakannya kegiatan ini yakni, pengaplikasian ilmu-ilmu bisnis yang telah didapat oleh mahasiswa selama di bangku perkuliahan.

Setiap UMKM memiliki problematika yang berbeda-beda dalam menjalankan usahanya, maka disinilah peran  terbentuknya setiap kelompok oleh Prodi Manajemen Bisnis Syariah untuk menggali masalah, mencari solusi, dan berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah tersebut berdasarkan ilmu-ilmu bisnis, dan kaidah-kaidah syariah yang telah dipelajari
Dengan temuan yang ada karena kegiatan observasi ini, STEI SEBI memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami tantangan UMKM. Artikel ini mengajak kita untuk merenung dan bersama-sama mencari solusi guna memberdayakan bisnis mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung ekonomi lokal.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *