HALOPANGKEP.COM – Selain sumber bagi kehidupan, air bersih kadang sering dijadikan sebagai komsumsi politik untuk menarik simpatik warga dengan menjanjikan akan membangun sarana dan prasarana untuk ketersediaan air bersih.
Saat ditemui di kantornya, Selasa ( 30/5/2023) Sekretaris Lurah Tekolabbua Syamsul Bahri mengungkapkan keprihatinannya mengenai ketersidiaan air bersih diwilayahnya yang hanya sarana perpipaan yang tersedia namun airnya tak kunjung sampai di rumah warga.
Lebih detail Syamsul menjelaskan ” Pipa PDAM sudah masuk disini tapi air tidak mempan kesini, sumber air dari Leang Kassi dan Mattampa juga tidak mempan, sedangkan kota Pangkajene juga kekurangan air, karena kekurangan jadi terpaksa beli air.
” Disini ( Tekolabbua) sudah dikelilingi pipa tapi tidak ada air, kalau tidak salah pernah air mengalir pada tahun 2003 namun hanya lebih satu bulan pada hal pipanya seperti pohon kelapa, sudah dikomunikasikan ke pihak PDAM tapi katanya tidak ada sumber. Untuk memenuhi kebutuhannya Warga disini terpaksa beli air per cergen/ per tangki karena sumur masyarakat disini selama masih ada air hujan maka masih tawar sedangkan kalau sudah tidak hujan maka sumur sudah asin biasanya jika sudah masuk bulan 7 dan 8,” Jelasnya.
” Walaupun ada anggaran di kelurahan misalnya untuk pengadaan mesin penyulingan air namun tidak mampu karena sudah ada pos- pos penggunaanya kecuali jika ada anggaran dari Pemda sedangkan melalui Pemda sudah pernah diusulkan namun belum bisa dan harus melalui provinsi dan pusat, Jadi disini ( Tekolabbua) untuk memenuhi kebutuhan warga tentang air bersih harus ada penyulingan dari air asin ke air tawar,” Pungkasnya.( Amn).






